PDIP Daerah Malu-Malu Dukung Jokowi jadi Ketum

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Rabu 01 April 2015 20:10 WIB
Joko Widodo (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Hasil survei yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), menunjukkan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menganggap Joko Widodo (Jokowi) sebagai figur yang tepat untuk membesarkan partai.

Namun, para ketua partai di tingkat tetap mendukung Megawati Soekarnoputri untuk maju kembali sebagai Ketua Umum pada kongres mendatang.

Peneliti Senior CSIS Philips J. Vermonte mengatakan, ketua PDI Perjuangan di tingkat daerah masih malu-malu dalam mendukung Jokowi. Di satu sisi, mereka ingin sang presiden memimpin. Tetapi di sisi lain mereka masih merasa segan dengan pengaruh Megawati.

"Ketua daerah malu-malu semua. Mereka terlalu santun dengan elite partai di pusat. Maunya ada perubahan, tapi tidak bisa keluar dari struktur yang ada," ujar Philips saat merilis hasil sensusnya, di Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Peneliti CSIS Arya Fernandes menjelaskan, Jokowi mendapatkan indeks tertinggi sebagai tokoh yang paling bisa membesarkan partai pada lima tahun mendatang, yakni sebesar 26,6. Puan Maharani menyusul di bawahnya dengan indeks 22,8.

Adapun Megawati baru menyusul di peringkat ketiga dengan indeks 15. Ganjar Pranowo berada di tempat keempat dengan indeks 9,1. Terakhir, Tjahjo Kumolo mendapat indeks 8,8. "Jokowi dianggap sebagai figur yang paling mampu memimpin partai untuk lima tahun yang akan datang," kata Arya.

Namun, kata Arya, Megawati tetap unggul dalam bursa perebutan kursi ketua umum pada kongres yang berlangsung 9 April 2015. Sebanyak 320 atau 68,5 persen ketua partai di daerah mengaku akan mendukung Megawati di kongres.

Jokowi hanya mendapat dukungan dari 76 DPD/DPC atau 16,3 persen. Dibawahnya, menyusul Puan Maharani 5,4 persen, Ganjar Pranowo 3 persen dan Pramono Anung 2,4 persen. "Megawati mendapat dukungan signifikan, namun angkanya masih jauh dari aklamasi," lanjut Arya.

(Randy Wirayudha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya