Terancam Ambles, Candi Sukuh di Lereng Lawu Dipugar

Bramantyo, Jurnalis
Selasa 07 April 2015 16:50 WIB
Candi Sukuh (Wikimedia)
Share :

KARANGANYAR - Candi Sukuh yang berada di lereng Gunung Lawu, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, siap dipugar.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Sri Ediningsih mengatakan, segala persiapan untuk merenovasi bangunan utama Candi Sukuh yang ambles sedalam 5 sentimeter telah selesai seluruhnya. Sehingga pada 20 April, renovasi Candi Sukuh sudah bisa dimulai.

Sri mengatakan, candi tersebut dipugar karena ada rongga di bawahnya, terutama di belakang bangunan utama. Ini terjadi dikarenakan struktur tanah yang mengalami penurunan.

Pasalnya, Candi Sukuh strukturnya merupakan pasir yang tertutup tanah. Sehingga, meski skala amblesnya kecil, penurunan tersebut ditakutkan bisa memicu keretakan pada bangunan itu sendiri.

"Jadi bila tidak segera direnovasi, rongga ini bisa membahayakan struktur Candi," papar Sri Ediningsih kepada Okezone, Selasa (7/4/2015).

Menurut Sri, renovasi candi itu sendiri diperkirakan berlangsung selama delapan hingga sembilan bulan. Meski tengah dilakukan renovasi, pengunjung masih bisa mendatangi Candi Sukuh. Ini dilakukan sekaligus sebagai pembelajaran ke masyarakat umum tentang proses serta perawatan dari bangunan candi yang merupakan peninggalan bersejarah bernilai tinggi.

"Selama proses renovasi, pengunjung masih bisa ke Candi Sukuh. Karena, kami tidak menutup total Candi Sukuh. Ini sekaligus kami gunakan untuk pembelajaran kepada masyarakat umum. Bagaimana bangunan Candi itu kami jaga dan rawat," ujarnya.

Mengenai besaran biaya yang dikeluarkan untuk menyelamatkan Candi Sukuh dari kehancuran, Sri mengatakan totalnya sebesar Rp232 juta. Dana tersebut murni berasal dari Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Tidak ada dana bantuan dari PBB. Semuanya murni berasal dari Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah," jelasnya.

Selain menyelamatkan bangunan Candi Sukuh dari kehancuran, BPCB juga akan membuat talud di sekitarnya. Talud tersebut berfungsi menyelamatkan bangunan candi dari longsoran lereng Gunung Lawu. Apalagi di saat musim hujan, longsor lereng Gunung Lawu kerap terjadi.

"BPCB akan membuat talud di sekitar bangunan Candi. Talaud ini diharapkan bisa mencegah terjadinya longsor yang mengancam bangunan Candi di bawahnya. Tapi tidak langsung, secara bertahap. Yang terpenting, menyelamatkan dulu bangunan candi," pungkasnya.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya