Dian menegaskan, puncak gunung es dari disharmonisasi antara Megawati dan Jokowi terjadi saat sejumlah politisi PDIP menyatakan ada pihak tertentu yang menghambat komunikasi kedua pihak tersebut.
Kondisi ini diperkuat dengan pernyataan politik Megawati saat pembukaan Kongres PDIP di Bali. Bahwa ada penumpang gelap yang membatasi interaksinya dengan Jokowi. Selain itu Megawati juga menyinggung soal keberadaan seorang petugas partai yang harus patuh.
Dijelaskan Dian, pernyataan tegas dan sindiran itu tidak bisa dilepaskan dari karakter Megawati yang cukup keras dan tegas. Jika ibu dari Puan Maharani itu tidak suka, maka dia akan mengutarakannya langsung. Kasus seperti ini juga mirip dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, SBY disentil soal pencalonannya sebagai presiden.
"Jadi jika diibaratkan bahwa hubungan Mega dan Jokowi seperti benci tapi rindu. Karena keduanya saling membutuhkan. Bedanya karena ada sekatan saja yang menghalangi keduanya," tuturnya.
(Fiddy Anggriawan )