Kisah Pahit Perjuangan Marsinah di Rezim Orde Baru

Feri Agus Setyawan, Jurnalis
Jum'at 01 Mei 2015 05:15 WIB
Kisah Pahit Perjuangan Marsinah di Rezim Orde Baru (Foto: Ilustrasi)
Share :

JAKARTA – Perjuangan buruh untuk meraih haknya telah berlangsung lama dan menyisakan cerita pahit. Mengingat tak sedikit dari mereka yang harus kehilangan nyawa saat memperjuangkan kesejahteraan buruh yang tidak dipenuhi para kapitalis.

Marsinah, seorang buruh pabrik PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi salah satu dari aktivis buruh yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada 8 Mei 1993 di Hutan Dusun Jegong, Wilangan, Jawa Timur, setelah diculik orang tak dikenal.

Menurut Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos, Marisnah merupakan sosok yang kritis terhadap perusahaannya dan perjuangan Marsinah itu untuk memperbaiki masalah kesejahteraan karyawan perusahaan PT CPS terkait upah yang sudah diputuskan naik oleh Gubernur KDH TK I Jawa Timur.

“Kalau Marsinah itu kan berangkat dari buruh pabrik di Jawa Timur, berjuang bagaimana memperbaiki masalah kesejahteraan terkait upah yang sesuai dengan peraturan hukum yang ada,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (30/4/2015).

Nining sangat menyesalkan tindakan penculikan dan pembunuhan yang dialami Marsinah. Menurutnya, semangat melawan yang ada di dalam pemikiran Marsinah seharusnya bisa ditularkan pada peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei atau biasa dikenal May Day di seluruh Indonesia.

“Tetapi sampai dia berjuang, sampai dia kehilangan nyawanya sampai detik ini tidak terungkap. Itu adalah bagian dari risiko perjuangan yang sejatinya untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya