Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Militer AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Timur Tengah, Persiapan Serang Iran?

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |01:05 WIB
Militer AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Timur Tengah, Persiapan Serang Iran?
Ilustrasi.
A
A
A

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) diam-diam mulai menarik pasukannya dari berbagai pangkalan di Timur Tengah, sementara Washington memerintahkan staf diplomatik untuk meninggalkan sejumlah misi di kawasan tersebut, lapor NBC News.

Langkah ini diambil di tengah pertimbangan Presiden Donald Trump untuk melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran. Menurut laporan NBC pada Rabu (21/10/2026), mengutip dua pejabat AS dan dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, penarikan pasukan ini menyerupai persiapan yang dilakukan Pentagon dan Departemen Luar Negeri menjelang serangan awal AS-Israel pada Februari lalu.

Berdasarkan laporan tersebut, pasukan AS yang ditempatkan di Yordania, Qatar, dan Kuwait termasuk di antara mereka yang dipindahkan. Washington dikabarkan tetap akan mempertahankan kehadiran terbatas di pangkalan-pangkalan regionalnya, termasuk personel yang bertanggung jawab atas pertahanan udara dan keamanan.

Menjelang serangan tanggal 28 Februari, Pentagon menarik sejumlah besar pasukan dari pangkalan-pangkalan yang dianggap rentan guna melindungi mereka dari kemungkinan pembalasan Iran. Teheran menuduh Washington menggunakan wilayah di negara-negara Teluk sebagai "perisai manusia" setelah ribuan personel militer AS berlindung di hotel-hotel dan gedung perkantoran sipil.

Juru Bicara Komando Pusat AS, Timothy Hawkins, menolak membahas laporan mengenai pergerakan pasukan tersebut. Ia menyatakan bahwa pasukan AS secara berkala diposisikan ulang untuk “mengoptimalkan kesiapan misi” dan tetap bersiaga untuk mempertahankan personel serta kepentingan AS.

Departemen Luar Negeri AS juga telah memerintahkan personel yang tidak esensial beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, dengan alasan meningkatnya serangan oleh gerakan Houthi dari Yaman terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement