MEDAN - Tewasnya Brigadir Dedi membuat luka mendalam bagi keluarganya. Terlebih, Dedi dikenal sebagai sosok yang baik dan penyayang keluarganya.
Brigadir Dedi meninggalkan empat orang anaknya yang masih belia yakni Gia, Ari, Raki dan Aqila. Serta seorang istri bernama Eka Kumala Sari yang pada saat kejadian penembakan berada di rumah.
"Kami di sini yang mewakilinya, istrinya pun enggak kuat untuk datang, Pak Wajik (ayah Dedi) juga kini lemas di kampung. Dia meninggalkan empat orang anak," ujar perwakilan keluarga Brigadir Dedi, Nuryana (52), Kamis (30/4/2015)
Menurutnya, di mata keluarga, Dedi dikenal sebagai sosok pria yang baik dan ramah. Dia juga menambahkan, sebelumnya Dedi tidak memiliki musuh.
"Dia abang yang baik dan mudah bergaul, aku lihat dia tak pernah ada musuh. Kami pun terpukul, tapi mau gimana lagi sudah keputusan yang di atas," ungkap Nurayana bersama seluruh kerabat Dedi.
Sebagaimana diketahui, dua personel Satpol Air Polres Sergai tewas tertembak yaitu Brigadir Dedi dan Briptu Suprianto Sigiro. Keduanya tewas mengenaskan di halaman belakang rumah Dedi yang terletak di Gang Masjid, Jalan Karya, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbangunan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu 29 April 2015.
Hingga saat ini, Polda Sumatera Utara masih menyelidiki motif penembakan yang dilakukan Briptu Suprianto yang menewaskan Brigadir Dedi dan Suprianto kemudian bunuh diri.
(Misbahol Munir)