YOGYAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyatakan dirinya dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkejut lantaran mendapat jawaban AN, seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Klaten, Jawa tengah, yang menolak ajakan giat belajar oleh orang nomor satu di Indonesia saat melakukan pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Kata Khofifah, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga merasa kaget dengan motivasinya mengajak siswa itu menjadi lebih baik agar mampu juara kelas harus belajar lebih giat lagi ditolak mentah-mentah oleh si anak.
"Tadi presiden menyampaikan terkejut melihat prilakunya. Kata presiden untung saja si anak tidak menjawab, pak saya belajar satu jam saja juara kelas kok pak," kata Khofifah saat melakukan kunjungan salah satu media di Yogyakarta, Senin (4/5/2015).
Oleh karenanya, Khofifah berharap kejadian seperti ini agar tidak terulang kembali oleh siswa dan siswi di Indonesia karena sebagai penerus bangsa. "Sehingga kita berharap agar keluarga, terutama guru di sekolah mampu memaparkan dan mengajak anak muridnya untuk lebih giat belajar lagi. Anak-anak itu harus dianalogikan dengan menghitung berapa jam belajar, berapa jam bermain agar mengerti managemen waktu. Misalnya, kalau sehari tidurnya delapan jam maka si anak akan menghabiskan waktu 20 tahun untuk tidur jika diusianya ke-60 tahun nanti," paparnya.
Khofifah menerangkan, selanjutnya Kemensos akan bekerja sama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan untuk melakukan riset pada program kerjanya Badan Koordinasi Kegiatan Kesejaheraan Sosial (BK3S).
Nantinya, Kemensos dan Kemendikbud akan mengajak orang tua murid untuk melakukan riset penyebab malasnya siswa ataupun siswi untuk melakukan kegiatan belajar dirumah.
"Kita harus melihat bagaimana dinamika sosial terhadap si anak, masak disuruh belajar jawabannya nanti stres, padahal bapak presiden sedang mengajarkan etos kerja bagi anak itu agar termotivasi dari pak Anies. Restorasi sosial dan interaksi sosial harus menjadi energi positif agar anak menjadi lebih produktif," imbuhnya.
Menurut Khofifah penerapan etos kerja tersebut dapat mencontoh dari pepatah Timur Tengah ataupun dari lagu miliknya Rhoma Irama. "Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti dia mendapat, kalau kata Rhoma Irama berakit rakit kehulu berenang-renang ke tepian, bersakit dahulu lalu senang kemudian," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )