Jelang Puasa, Warga Padang Ikuti Tradisi Lemang Manjalang Mintuo

Rus Akbar, Jurnalis
Rabu 17 Juni 2015 16:25 WIB
Foto: Rus Akbar/Okezone
Share :

PADANG - Bulan puasa menjadi berkah bagi pengusaha lemang di Kota Padang. Pasalnya, mereka kebanjiran pesanan dari warga yang akan menunaikan ibadah puasa. Salah satunya Martina (29), warga Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat.

"Kalau hari-hari biasa kita hanya memasak 35 batang bambu, tapi kalau menjelang puasa ini kita memasak lebih 100 ruas lebih bambu," ujarnya pada Okezone, Rabu (17/6/2016).

Banyaknya orderan lemang sendiri disebabkan kebiasaan keluarga di Padang melakukan silaturahmi dan bermaaf-maafan menjelang puasa. "Kita punya tradisi namanya manjalang mintuo (silaturahmi mertua) biasanya membawa oleh-oleh, khususnya lemang," tutur dia.

Melalui tradisi tersebut, ibu dua anak ini sudah mendapat pesanan pada 10 hari menjelang puasa. Ia menuturkan, pemesan rata-rata adalah perantau yang pulang kampung, baik dari Jakarta, Malaysia, Batam, Pekanbaru, maupun daerah lain di Sumbar.

Tina -sapaan akrab Martina- biasanya menjual lemang Rp50 ribu sampai Rp60 ribu untuk ukuran besar. Sedangkan ukuran kecil dijual Rp35 ribu. Tina mengatakan, ia memasak lemang secara tradisional dengan menggunakan alat pembakar dari kulit kelapa dan kayu bakar.

"Dua jam lamanya untuk memasak lemang ini. Satu kali masak di tungku ini ada 35 batang. Hari ini kita sanggup memasak tiga kali. Meski tiga kali memasaknya itu masih kurang, apalagi saat ini," ucapnya.

Ada tiga jenis lemang yang dimasak Tina. Pertama, lemang pisang, beras pulut putih yang di dalamnya berisi pisang.

Kedua, lemang baluo. Biasanya pada lemang ini di tengah-tengah bambu diberi gula merah dicampur kelapa, tapi ada juga beras pulut putih dicampur dengan beras pulut merah dan hitam.

Ketiga yaitu lemang pulut putih. Lemang ini tidak terdapat campuran apa pun.

Diarni (48), seorang pemesan lemang di Seberang Padang, mengatakan membeli lemang untuk dibawa ke tempat mertuanya atau dikenal tradisi manjalang mintuo, serta untuk orangtuanya sendiri.

"Ini tradisi sudah saya jalankan sejak nikah, sudah kebiasaan orang Padang. Kalau menemui mertua atau orangtua harus ada lemang, sebab rasanya lebih dihargai kalau lemang. Kalau makanan lain ada juga tapi wajibnya lemang," tutur dia.

Menurut Diarni, dalam tradisi turun-temurun tersebut, kalau datang ke tempat mertua biasanya membawa dua batang lemang.

"Ini juga tanda penghormatan kita kepada orangtua dan mertua. Sampai saat ini masih dijalankan meski anaknya sudah dewasa. Kalau tidak bawa lemang saat kita bermaaf-maafkan dengan mertua atau orangtua rasanya tak lengkap," pungkasnya. (ira)

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya