Setelah mengetahui hal itu, pihak keluarga sempat memeriksakan Daffa ke RS Bethesda, kemudian kembali lagi ke RSUP dr Sarjito. Di RS Sardjito, ia dikemoterapi. Namun, karena daffa terus merengek minta pulang dan tidak mau menginap dirumah sakit maka akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa pulang dan berencana lakukan pengobatan tradisonal dengan menggunakan bahan-bahan herbal.
"Kami mencoba pengobatan herbal," Katanya.
Selang beberapa hari saat dirumah, kata Pupung, Daffa masih sempat bermain bersama teman-teman sebayanya. Meskipun matanya tidak bisa melihat. Namun, kanker yang diderita Daffa terus menggrogoti tubuh mungilnya, hingga sampai saat ini tubuhnya hanya merasakan lemas dan hanya bisa tidur. Kanker itu terus membesar hingga berukuran kepalan tangan orang dewasa.
Pernah beberapa waktu lalu Daffa sempat bangun dari tidurnya. Ia seperti bersemangat bahwa dirinya tetap bisa sembuh. "Pernah pagi-pagi dia manggil, saya langsung datang. Daffa bilang 'ayah, Daffa sudah bisa bangun duduk ini, tapi belum bisa berdiri'," ceritanya
Pupung mengungkapan, kanker yang diderita Daffa membuatnya sulit bernafas. Sebab, cairan yang keluar sering menutup hidungnya.