Kisah Orangtua Memiliki Anak Tumor di Mata

Markus Yuwono, Jurnalis
Senin 22 Juni 2015 23:20 WIB
Foto: Ilustrasi Okezone
Share :

YOGYAKARTA – Kegiatan bagi anak yang berusia 3 tahun biasanya banyak dihabiskan untuk bermain bersama teman-temannya, namun tidak bagi Abiyyu Daffa Purfadilah. Anak dari pasangan Pupung Purfadila dengan Lestari justru hanya bisa merebahkan diri di rumah. Ia menderita tumor pada bagian matanya. Atas penyakit yang dideritanya itu dirinya tidak bisa beraktifitas seperti anak normal lainnya.

"Daffa itu kena kanker sejak Agustus 2014. Sebelumnya, mata sebelah kanannya sudah infeksi, kemudian tidak bisa melihat. Itu pada 2013," kata Pupung kepada wartawan di rumahnya di dusun Banyuurip, Caturharjo, Pandak, Bantul, Senin 22 Juni 2015.

Pupung menuturkan, sebenarnya pengobatan sudah berkali-kali dilakukan dengan merujuk ke sejumlah rumah sakit. Namun, pada saat itu belum diketahui penyakit apa yang diderita anaknya. Kemudian, saat pemeriksaan di Rumah Sakit (RS) Khusus Mata Dr. Yap Yogyakarta, barulah diketahui bahwa Daffa mengidap kanker pada mata kirinya.

"DIvonis kanker, seketika saat itu badan saya lemas," tuturnya.

Setelah mengetahui hal itu, pihak keluarga sempat memeriksakan Daffa ke RS Bethesda, kemudian kembali lagi ke RSUP dr Sarjito. Di RS Sardjito, ia dikemoterapi. Namun, karena daffa terus merengek minta pulang dan tidak mau menginap dirumah sakit maka akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa pulang dan berencana lakukan pengobatan tradisonal dengan menggunakan bahan-bahan herbal.

"Kami mencoba pengobatan herbal," Katanya.

Selang beberapa hari saat dirumah, kata Pupung, Daffa masih sempat bermain bersama teman-teman sebayanya. Meskipun matanya tidak bisa melihat. Namun, kanker yang diderita Daffa terus menggrogoti tubuh mungilnya, hingga sampai saat ini tubuhnya hanya merasakan lemas dan hanya bisa tidur. Kanker itu terus membesar hingga berukuran kepalan tangan orang dewasa.

Pernah beberapa waktu lalu Daffa sempat bangun dari tidurnya. Ia seperti bersemangat bahwa dirinya tetap bisa sembuh. "Pernah pagi-pagi dia manggil, saya langsung datang. Daffa bilang 'ayah, Daffa sudah bisa bangun duduk ini, tapi belum bisa berdiri'," ceritanya

Pupung mengungkapan, kanker yang diderita Daffa membuatnya sulit bernafas. Sebab, cairan yang keluar sering menutup hidungnya.

Ia mengatakan, saat ini kanker sudah masuk ke stadium empat. Namun, dirinya tetap akan terus mencari kesembuhan bagi anaknya itu. Bahkan jika memang harus menggadaikan sertifikat rumah untuk biaya pengobatan pun akan dilakukan. Apapun hal itu, bagi Pupung tidaklah menjadi persoalan karena kesembuhan anaknya merupakan hal nomor satu. "Dahulu, sebelum memperoleh BPJS, sertifikat saya gadaikan karena mengurus Jamkesda sulit saat itu sangat," ungkapnya.

Saat ini Pupung dan Lestari sedang mencari rumah sakit yang tepat untuk Daffa. Mengenai pembiayaan, sudah ada Yayasan Kanker Indonesia dan beberapa orang yang bersedia membantu biaya.

"Saat ini tinggal membujuk Daffa mau ke rumah sakit," katanya. (fal)

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya