YOGYAKARTA - Gulali, bagi sebagian orang adalah permen yang melegenda. Jajanan nenek dulu, lalu diperkenalkan kepada cucu sekarang.
Seperti tampak di sudut Wisata Kuliner Ramadan Kauman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Seorang nenek berusia 55 tahun, Harsiah, membeli sejumlah gulali.
Ia mengatakan, gulali adalah jajanannya sewaktu kecil. Maka muncul keinginannya untuk kembali mencicipinya.
Nenek tersebut lalu membeli lagi untuk dibagi kepada cucunya. Setelah itu, ia mengaku terkenang saat membeli gulali dulu.
"Seperti bernostalgia karena ternyata masih ada penjual gulali. Namun dengan bentuk yang lebih menarik lagi. Paling tidak biar cucu-cucu saya ini mengenal juga bahwa ini jajanan neneknya dahulu," ujarnya sembari tersenyum.
Satu-satunya penjual gulali di sudut Wisata Kuliner Ramadan Kauman, Yogyakarta, adalah Mamad Rahmat (45). Saat itu ia sedang sibuk membuat berbagai bentuk menarik dari gulali.