Hal itu seperti terjadi di Kelurahan Panorama; Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu; serta di Desa Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
"Sejak dua minggu terakhir ini sawah saya tidak sama sekali masuk air. Sebab, air dari irigasi juga sudah mulai kering," kata Uwai (42), petani di Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu, saat ditemui okezone, Minggu 28 Juni 2015.
Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani 'Gambung' Kelurahan Panorama, Syahabudin. Ia mengatakan, akibat dilanda kekeringan, bibit padi usia sekira tiga minggu sudah mulai menguning. Tidak hanya itu, tanah persawahan warga yang mengalami kekeringan saat ini mulai retak.
"Tanah mulai retak-retak, bibit mulai menguning dan putih. Kalau terus begini tidak menutup kemungkinan petani sawah di sini gagal panen," jelas Syahabudin.
Bukan hanya di Kota Bengkulu yang persawahannya mengalami kekeringan. Hal serupa juga terjadi di Desa Medan Jaya Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko.
Keadaan itu seperti disampaikan Kades Medan Jaya, Aguswandi. Ia mengatakan, di Desa Medan Jaya memiliki sekira 150 ha persawahan yang mengalami kekeringan sejak memasuki kemarau dua minggu lalu.
"Areal sawah di desa kami juga sudah mengalami kekeringan. Tentunya ini berdampak pada gagal panen," pungkas Aguswandi.
(Carolina Christina)