Warga Yunani Pertimbangkan Hengkang ke Australia

Antara, Jurnalis
Selasa 14 Juli 2015 21:45 WIB
Bendera Yunani. (Foto: Reuters)
Share :

PERTH – Bencana utang tengah menimpa Yunani. Kon Vatskalis, menteri di Negara Bagian Utara Australia, mengatakan bahwa sejumlah warga Yunani mempertimbangkan pindah ke Australia.

Pria keturunan Yunani itu menjelaskan penduduk Negeri Para Dewa Yunani akan dilanda kelaparan, kekurangan obat, dan pasokan bahan bakar.

Ayah Kon Vatskalis yang masih tinggal di Yunani tidak "bisa bertahan" tanpa dukungan keuangan darinya. "Ayah saya pekerja bangunan. Dia telah bekerja 40 tahun. Ketika pensiun pada usia 60 tahun, ia mendapat 900 euro sebulan,” katanya.

"Setelah kebijakan pengetatan jilid I, pensiunnya dipotong jadi 640 euro per bulan. Kebijakan penghematan berikutnya akan berarti pemangkasan uang pensiun lebih besar lagi. Ia membutuhkan uang dari kami di Australia untuk dapat bertahan. Tapi, tidak semua orang mempunyai itu," sambungnya, seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (14/7/2015).

Ia menebak dalam waktu dekat penduduk Yunani akan turun ke jalan dan sebagian mulai berpikir untuk masa depannya, mempertimbangkan migrasi ke Australia.

Pengalaman menunjukkan pada akhir masa perang ribuan warga Yunani pindah ke Australia. Puncak migrasi wargaYunani ke Australia terjadi pada 1970-an. Ketika itu jumlahnya ratusan ribu, dan kini warga Yunani tersebut sudah menetap di Australia.

Berbeda dengan gelombang migrasi sebelumnya, Kon Vatskalis menduga kali ini banyak orang Yunani yang bermigrasi adalah mereka dengan keahlian tinggi.

"Kali ini kita mungkin akan lihat orang-orang profesional: dokter, pengacara, bankir. Mereka akan datang bila mereka bisa. Ini akan menjadi anugerah buat Australia, tapi malapetaka untuk Yunani. Dibutuhkan bertahun-tahun untuk Yunani bisa pulih," kata dia.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya