BANDUNG - Serial komedi 'Preman Pensiun', ternyata membawa berkah tersendiri bagi Terminal Cicaheum di Kota Bandung. Serial yang ditayangkan RCTI tersebut membuat Terminal Cicaheum lebih terkenal dan familiar oleh banyak kalangan.
"Alhamdulillah Terminal Cicaheum jadi lebih familiar. Hitung-hitung promosi gratis," kata Kepala Terminal Cicaheum, Abdul Haris, Kamis (30/7/2015).
Di area Terminal Cicaheum sendiri, terdapat beberapa lokasi yang dijadikan lokasi syuting 'Preman Pensiun'. Di antaranya adalah tempat mangkal bus, jembatan penyeberangan, masjid, serta tempat mangkal angkot di area luar terminal.
Alhasil, Terminal Cicaheum seolah jadi sarang preman macam Kang Komar Cs. Tapi Haris tidak keberatan. Ia justru senang ada kegiatan syuting di lokasi.
Terlebih, tayangan 'Preman Pensiun' mendapat sambutan antusias publik. "Saya berharap hal-hal yang dianggap negatif mengenai terminal pelan-pelan terkikis," ucapnya.
Hingga kini, paradigma kehidupan di terminal yang keras seolah sudah melekat di benak publik. Terminal jadi tempat yang kurang ramah.
Tapi keberadaan syuting 'Preman Pensiun', justru pelan-pelan mengubah persepsi tersebut. Warga berbondong-bondong datang untuk menyaksikan proses syuting.
Secara tidak langsung, terminal menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi warga. "Terminal ini milik bersama pada akhirnya," imbuh Haris.
Soal proses syuting, sejak awal tidak ada penolakan dari pihak pengelola terminal. Itu karena serial tersebut banyak menceritakan tentang Kota Bandung dan program Pemkot Bandung.
Rekomendasi dari Wali Kota Bandung, Ridwna Kamil, hingga Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim pun, sudah dikantongi kru 'Preman Pensiun', agar bisa syuting di Terminal Cicaheum.
Haris mengatakan, proses syuting tidak mengganggu pelayanan di Terminal Cicaheum. Sebab sudah ada sejumlah titik khusus yang dipakai untuk syuting. Jika ada titik lain yang akan dipakai, para kru pun selalu berkoordinasi dengan pihak pengelola terminal.
Sehingga, pengelola terminal bisa memfasilitasi proses syuting. Dalam saat bersamaan, pelayanan tidak terganggu. Kalaupun ada penonton yang selalu ada saat syuting berlangsung, keberadaan mereka juga tidak mengganggu.
"Kita kasih jarak tertentu. Kalau mau menyaksikan syuting biar tidak menganggu proses syuting dan pelayanan di sini," tandas Haris.