Dodo juga mengatakan, foto yang dipamerkan ini merupakan foto-foto langka. Karena tidak semua wartawan foto memiliki filenya. Karena sebagian besar foto-foto ini hanya ada negatifnya saja.
"Saya saja harus memeriksa satu per satu negatif. Sebenarnya banyak foto-foto yang lain tapi teman-teman hanya menyerahkan beberapa karena banyak yang hilang. Saya saja masih ada satu almari negatif foto," katanya.
Sebagai junalis foto, Dodo mengaku Gus Dur adalah sosok pemimpin yang gampang difoto dan rata-rata foto dengan obyek Gus Dur menarik untuk diterbitkan di media.
"Dulu waktu Gus Dur jadi Presiden sangat mudah masuk Istana tidak perlu ribet. Asalkan kita bersepatu menggunakan kaos yang berkerah, celana jeans sudah bisa masuk Istana. Sekarang susah. Ketika Gus Dur lengser dari Istana saya juga turut keluar," jelasnya.
Sejumlah foto-foto yang dipasang di Muktamar NU antara lain, momentum saat Gus Dur, Megawati dan Yasir Arafat bergandengan tangan. Kemudian Gus Dur bercanda dengan Megawati serta Gus Dur dalam sidang Istimewa dan momentum pembubaran parlemen.
(Fiddy Anggriawan )