JAKARTA - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai, penataan transportasi publik di wilayahnya sulit dilakukan karena terbentur biaya yang tinggi. Salah satu transportasi yang berbiaya tinggi itu adalah monorel.
"Biaya monorel itu 1 kilometer Rp500 miliar, dikali 10 sudah Rp5 triliun. Sementara daerah tidak punya uang, makanya saya bilang 'berdarah-darah' untuk mewujudkan sistem transportasi yang bagus," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Oleh karena itu, untuk mengatasi kemacetan, yang bisa dilakukan yakni menata pedagang kaki lima, angkot dan sebagainya.
"Tapi itu tetap saja, sepintar-pintarnya kami di Bandung, kalau mengatasi kemacetan hanya sebatas itu, tidak signifikan," tutur Ridwan.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah berupaya mengadopsi sistem municipal bond yang dipakai di London, Inggris. "Jadi, barangnya sudah jadi, jadi kota mencicil 30 tahun, monorel oleh swasta, bus rapid transit oleh swasta, jadi semua sudah jadi," katanya.
(Abu Sahma Pane)