Ia mengaku sangat menyayangkan adanya atribut tersebut, sebab seharusnya gambar yang menampilkan foto tokoh PKI diberi tanda silang. Bahkan pembuatan konsep tersebut tidak didiskusikan dengan aparat termasuk kepolisian dan TNI.
"Ini jadikan pelajaran bagi kita bahwa perlu koordinasi lah dengan intansi kepolisian, atau dari militer atau kodim, supaya tidak menimbulkan salah penafsiran," pungkasnya.
Menurut kepala sekolah SMP 2 Pamekasan, Ali, selaku sekolah yang mewakili MKKS, karnaval tersebut didesain oleh panitia untuk menampilkan tonggak sejarah perjuangan bangsa dari masa kemerdekaan hingga reformasi.
"Sekolah kami kebetulan ditunjuk mewakili musyawarah kerja kepala sekolah untuk menampilkan tonggak sejarah yang keenam, yaitu Pemberontakan G30S (Gerakan 30 September) PKI," terang Ali. (ang)
(Muhammad Saifullah )