"Mulai dari PPIH yang di Makkah untuk mengadakan rapat koordinasi Kloter lalu ke Karom atau ketua rombongan. Diminta untuk rapat atau bertemu dengan seluruh jamaah, memberi tahu tentang prosedur dalam menanak nasi di pemondokan," ungkap Saleh saat berbincang dengan Okezone, Jumat (18/9/2015).
Saleh bercerita, pihak penyelenggara dan pemilik hotel sejak awal sudah tak membenarkan adanya aktivitas menanak nasi. Setiap prosedur keamanan juga sudah diingatkan sejak sebelum keberangkatan jamaah haji.
"Ini bukan karena ketidakpatuhan tapi kelalaian orang tua yang harus dituntun, kadang tidak paham gunakan lift, asal tekan belum tentu sampai tempat tujuan. Nah, itulah mengapa penting kepala rombongan untuk memberi pengetahuan sederhana sehingga tidak terjadi lagi," ungkap Saleh.
Dia pun bersyukur, tak ada korban atas kejadian tersebut. "Alhamdulillah, tidak ada korban, hanya sekadar ledakan, tidak meluas dan diperbaiki dan sudah kembali normal," tutupnya.
(Fiddy Anggriawan )