Menurutnya, insiden itu terjadi karena ada jamaah yang lalai dengan menghidupkan penanak nasi (rice cooker) dan ditinggalkan begitu saja di atas tempat tidur.
"Awal sudah diingatkan, pembinaan di Indonesia dilakukan. Cuma memang penggunaan fasilitas modern bagi orang awam menjadi sesuatu yang baru," sebutnya.
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan agar Kementerian Agama (Kemenag) meningkatkan pembinaan bagi jamaah haji, terutama tentang perbedaan fasilitas yang digunakan di Makkah dengan Indonesia.
"Pertama tentang tentang keadaan di sini, ke masjid bagaimana, listrik bagaimana, ada air panas dan ada dingin. Coba kalau salah tekan. Jangankan orangtua, kita saja sering lupa. Itu yang perlu diajarkan teknis seperti itu, terutama kepada Ketua Rombongan," tutupnya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))