PALEMBANG - Pasien BPJS Kesehatan, Masyta Dewi Koraia (50) yang beberapa waktu lalu sempat dipaksa pulang oleh pihak RS Moehammad Hoesin, Palembang, sekira pukul 11.00 WIB hari ini rencananya akan pulang ke rumahnya, di Perumahan Bangun Jaya Indah, Nomor e 4, Jalan Peternakan 4, KM 5,5 Kecamatan Sukarami, Palembang.
Dosen jurusan teknik Universitas Sriwijaya (Unsri) ini, harus pulang dengan tangan masih diinfus dan makan dengan bantuan selang.
"Dokter terus mendesak, kami hanya bisa pasrah, karena dokter bilang kondisinya sudah baik. Dokter takut, adik saya tetular penyakit lain di rumah sakit, " ujar Syaiful Haq kakak kandung pasien, Minggu (27/9/2015).
Dia berharap pemulangan Masyta dari RSMH Palembang menuju rumah, dapat dibantu menggunakan fasilitas ambulans gratis dari BPJS.
"Karena keuangan kami sudah kering, gaji adik saya di Unsri dua bulan terakhir belum juga dibayar," keluhnya.
Namun, Syaiful berusaha berlapang dada dan tetap berprasangka baik dengan kondisi yang serba prihatin tersebut.
"Mau bagaimana lagi, kita sudah berusaha. Tapi mereka sungguh keterlaluan dengan urusan nyawa, mungkin ini adalah jalan yang terbaik, jam sebelas siang ini kami pulang," ucapnya pasrah.
(Rizka Diputra)