PALEMBANG- Pihak keluarga pasien BPJS bersikeras Masyta Dewi (50) tetap harus dirawat inap di Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang. Bukan semata karena alasan kesehatan tapi juga keselamatan pasien BPJS tersebut.
Masalahnya adalah soal peliknya masalah keluarga mereka yang diduga terkait harta kekayaan yang dimiliki pasien tersebut. Syaiful Haq, kakak Masyta mengatakan sejak dosen Teknik Sipil Universitas Sriwijaya tersebut koma sejak beberapa hari lalu, banyak terjadi kejanggalan terutama terkait keuangan dan harta kekayaan Masyta.
"Diantaranya, kalung emas 2,5 suku milik Masyta hilang dan dua unit ponselnya juga sempat hilang yang kemudian kembali lagi," jelas Syaiful Haq, Rabu (16/9/2015).
Tidak hanya itu, berdasarkan pesan dari SMS banking yang masuk ke telefon adiknya tersebut, banyak sekali laporan pengambilan uang. Mayoritas berjumlah Rp3,5 juta setiap laporan, yang kemungkinan diambil via ATM. Ada juga penarikan uang mencapai Rp286 juta.