Kebakaran Gunung Merbabu Lahap 60 Hektar Kawasan Hutan

, Jurnalis
Selasa 29 September 2015 14:55 WIB
Foto: Ilustrasi
Share :

BOYOLALI  - Kebakaran kawasan hutan Gunung Merbabu di sisi timur yang berlangsung sejak Minggu 27 September 2015 malam, dilaporkan meluas. Saat ini upaya pemadaman dilakukan dengan cara melokalisir wilayah agar kebakaran tidak meluas ke arah pemukiman warga yang berjarak sekira tujuh kilometer dari titik api.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, Selasa (29/9) mengatakan, kebakaran yang terjadi di atas Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel, dengan posisi titik api di ketinggian 2000 sampai 2.500 meter dari permukaan laut tersebut diperkirakan meluas dari 20 menjadi sekira 60 hektar pada Selasa, (29/9/2015) siang.

"Kobaran api meluas ke kawasan puncak," ujarnya.

Sulitnya akses menuju titik api serta cuaca panas membuat upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), personel SAR, TNI, relawan serta masyarakat merasa kesulitan dalam memadamkan api.

Danramil Ampel, Kapten (Arm) Joko Priyanto menambahkan, titik kebakaran berada di satu kawasan, yakni di antara pos 3 dan 4 jalur pendakian Merbabu melalui Desa Ngagrong. Meski api meluas, berdasarkan informasi yang ia terima, api tak akan menjalar ke pemukikman warga sebab terhalang jurang dan mata air.

"Penanganan kebakaran dilakukan dengan melokalisir api agar tak merember ke areal hutan lainnya. Upaya penanganan kebakaran terus dilakukan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait serta relawan dan masyarakat sekitar hutan," tambahnya.

Diinformasikan, kebakaran ini adalah kejadian yang ketiga kalinya sepanjang musim kemarau tahun ini. Kebakaran pertama terjadi akhir Agustus lalu, yang menghanguskan puluhan hektar areal hutan Merbabu di sisi Magelang, Boyolali hingga Semarang. Sementara kebakaran kedua terjadi awal bulan ini di areal hutan Merbabu wilayah Selo dan menghanguskan 60 hektar kawasan hutan.

(Fachri Fachrudin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya