"Itu pernah terungkap dalam rapat kerja dan kita bertanya. Tapi Pak Sudirman bilang bukan dari Senayan, politisi kan banyak. (Sudirman Said) enggak bisa komentar apa-apa, siapa orang itu?," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said sedikit membuka tabir mengenai adanya beberapa intrik di dalam mekanisme perpanjangan izin operasi yang saat ini tengah diupayakan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).
Sudirman menyebut, ada pihak yang mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres JK untuk menjadi penghubung agar perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu agar memperoleh perpanjangan izin operasi pasca-berakhirnya kontrak karya (KK) Freeport di 2021.
Sebagai kompensasi, pihak yang 'menjual' meminta sejumlah saham Freeport, di mana perseroan saat ini diwajibkan melepas 10,64 persen sahamnya sebagai implementasi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).
Sudirman mengungkapkan, Presiden Jokowi pun dikabarkan marah besar namanya dicatut. Namun ia enggan membeberkan nama pihak yang dimaksud.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))