JAKARTA - Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding menyatakan bahwa suasana rapat pleno hari ini masih buntu seperti kemarin. Masing-masing pihak tetap beradu argumen hingga gagalnya pengambilan keputusan dengan musyawarah dan mufakat.
Sudding mengusulkan kepada pimpinan MKD yang diketuai Surahman Hidayat untuk langsung masuk ke sistem pengambilan suara (voting). Namun, voting bukan memutuskan soal validasi dan verifikasi rekaman Menteri ESDM Sudirman Said yang selama ini dipersoalkan, tapi langsung untuk menentukan jadwal persidangan.
Padahal, anggota MKD dari Golkar, Ridwan Bae dengan tegas mengatakan, tidak mau MKD berlanjut ke jadwal persidangan, sebelum alat bukti rekaman terlebih dahulu diverifikasi.
"Memang saya mengusulkan voting karena argumentasi apa pun masing-masing punya landasan dan ini tidak ada titik temu. Ini akan lebih efisien dalam UU Nomor 17 Tahun 2014 dimungkinkan, minta pimpinan diagendakan masalah jadwal persidangan kita voting," kata Sudding di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2015).