Buwas Ungkap Alasan Gandeng TNI Berantas Narkoba

Antara, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 00:09 WIB
Ilustrasi (Dok Okezone)
Share :

SURABAYA - Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso (Buwas) menyampaikan alasan lebih menonjolkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena melawan pengedar narkoba sama dengan menghadapi musuh besar bangsa.

"Bagi TNI, musuh Negara harus diberangus dan harus keras melawannya," ujarnya di sela pengarahan di Kantor BNN Provinsi Jatim di Surabaya, Jumat (15/1/2016).

Menurut dia, ancaman narkoba lebih berbahaya karena merusak generasi secara masif dan berpengaruh jelek sekaligus bisa meruntuhkan Negara di masa akan datang.

Ia menjelaskan, digandengnya TNI juga karena ilmu kemiliteran yang diperoleh tentara bisa segera diterapkan secara nyata di lapangan, terlebih selama ini belum ada musuh berperang.

"Tentara sudah lama latihan perang, tapi belum perang-perang. Ini kesempatan melawan penjahat yang memang merusak bangsa," kata mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri tersebut.

Selain itu, lanjut dia, alasan lainnya yakni bisa menekan potensi permusuhan ego sektoral antara TNI dan Polri seperti yang kerap terjadi di beberapa daerah.

Ke depan, pihaknya menegaskan akan bersikap buas kepada para bandar narkoba yang menjadikan Indonesia hingga saat ini menjadi pangsa pasar terbesar se-Asia Tenggara. "Daripada senjata di BNN kedaluarsa maka dipakai saja buat menembak bandar. Jadi ini bukan main-main," katanya.

Selama ini, ia menilai BNN masih kurang berhasil memberantas narkoba yang dibuktikan dengan tingginya jumlah pengguna masuk rehabilitasi. "Hal itu menjadi penanda. Rehabilitasi banyak karena gagalnya pencegahan sehingga ke depan prioritas BNN adalah pencegahan," katanya.

Meski memprioritaskan pencegahan, kata dia, namun rehabilitasi tetap akan dilakukan dengan cara yang lebih berkualitas. "Saya tidak mau target rehabilitasi secara kuantitas. Saya mau target kualitas," kata jenderal bintang tiga tersebut.

Bahkan, tahun ini direncanakan 400 ribu pengguna narkoba direhabilitasi, atau lebih banyak dibandingkan target tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu pengguna. "Target itu sudah saya sampaikan ke Presiden. Dananya disiapkan Rp2 triliun dan saya minta sarana prasarananya dibenahi, agar betul-betul bisa menyembuhkan," katanya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya