Pedagang Roti Rela Jual Rumah untuk Gabung Gafatar

Erie Prasetyo, Jurnalis
Sabtu 23 Januari 2016 11:55 WIB
Foto: Istimewa
Share :

MEDAN - Sampir (42), warga Jalan Pringgan, Dusun II, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal menceritakan kisah kakak kandungnya yang merupakan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Sang kakak, Senan (45) bersama istrinya Ati, dan ketiga anaknya, Sahdan (11), Jaya (8) dan Anisa telah merantau ke Kalimantan bersama anggota Gafatar lainnya. Senan dan keluarga awalnya tinggal di Jalan Pringgan, Dusun II, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara

"Saya adiknya, mereka (Senan dan keluarga) sudah ke Kalimantan. Sudah ku bilangi juga tapi enggak mau dengar, kayak kerbo yang dicucuk hidungnya," terang Sampir, Sabtu (23/1/2016).

Sebelum bergabung ke dalam organisasi Gafatar, Senan yang merupakan anak ke lima dari enam bersaudara itu dikenal berjiwa sosial tinggi.

"Sebelum masuk ke sana, dia itu orangnya suka membantu orang. Begitu masuk, sekeluarga jadi tertutup sama orang luar," ungkap Sampir.

Senan mempunyai usaha sebagai penjual roti keliling. Namun tidak lagi berusaha seperti biasanya sejak setahun belakangan, parahnya lagi rumah hasil pencariannya selama ini terjual demi organisasinya itu.

"Itu rumahnya sudah habis dijualnya untuk organisasi, katanya kalau masuk Gafatar dikasih rumah sama ladang sawit. Itulah ku rasa kenapa orang itu ke Kalimantan," ungkapnya.

Rumah yang sudah ditempati Senan di Dusun II laku senilai Rp75 juta. Setelah menjual rumah, mereka mengontrak rumah di Jalan Amal Luhur, lalu pindah lagi ke Batang Serai, Belawan.

"Habis jual rumah, orang itu ngontrak di Amal Luhur, pindah lagi ke Batang Serai. Baru dengar kabar kurang lebih sebulan lalu orang itu berangkat ke Kalimantan," pungkas Sampir.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya