Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, keberadaan tempat-tempat hiburan malam di Jalan Nibung mulai merosot. Hotel-hotel atau losmen yang dulunya dijadikan sebagai tempat penginapan dan mesum, mulai beralih fungsi menjadi showroom-showroom mobil. Saat itulah keberadaan para PSK mulia tersisih.
Lantaran kehilangan tempat, sebagian PSK pun kemudian memilih menjajakan diri di pinggir jalan. Namun sial, karena keberadaan mereka yang berjejer di pinggir jalan meresahkan masyarakat, pemerintah kota pun ketika itu kerap melakukan razia.
"Karena sering dirazia, para PSK pun kemudian mulai pindah ke Jalan Gatot Subroto. Tapi di sana juga mereka selalu dirazia. Makanya mereka memilih berpindah lagi ke Jalan Iskandar Muda, Jalan Gajah Madan, dan Jalan Wahid Hasyim," terang sumber tadi.
Bertahannya para PSK di seputaran ketiga jalan tadi sampai saat ini, memang dikarenakan lokasinya strategis. Di mana ada satu taman di lokasi yang selalu ramai dihuni para pasangan-pasangan kekasih yang sedang bertemu.
Di sanalah mereka mulai menjajakan diri secara terselubung. Di atas becak motor (betor), mereka mangkal agar bisa gampang melarikan diri saat petugas melakukan razia.
(Abu Sahma Pane)