Lima Bencana Maha Dahsyat yang Pernah Guncang Indonesia

Rizka Diputra, Jurnalis
Kamis 03 Maret 2016 13:55 WIB
Letusan Anak Gunung Krakatau (foto: thinglink.com)
Share :

INDONESIA termasuk salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana paling tinggi, selain Jepang. Pasalnya, negara Indonesia yang berbentuk kepulauan itu terletak di kawasan "cincin api" atau pertemuan beberapa lempeng tektonik dunia. Tak heran jika gempa dan gelombang tsunami telah akrab dengan negeri ini sejak masa lampau.

Sebagian dari bencana alam itu bahkan terkategori sangat dahsyat lantaran berakibat menelan ratusan ribu nyawa manusia sehingga memengaruhi jumlah populasi sangat signifikan.

Selain mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, kerugian materi dan lainnya juga tak kalah membengkak. Berikut lima bencana dahsyat yang pernah mengguncang wilayah Indonesia versi Okezone.

Letusan Gunung Toba

Gunung Toba di masa lalu merupakan supervolcano dengan kantong magma sangat besar. Ia tercatat meletus sebanyak tiga kali, yakni 850 ribu tahun lalu, 500 ribu tahun lalu, dan yang terakhir 77 ribu silam.

Letusan Toba yang terakhir kemudian menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba seperti yang ada saat ini dengan Pulau Samosir berada di tengahnya. Saking dahsyatnya letusan Toba, sampai-sampai nyaris memusnahkan umat manusia di atas bumi.

Letusannya pun menyebabkan timbunya gelombang tsunami sangat besar dan muntahan debu vulkanik hingga 2.800 kilometer kubik abu yang lalu menyebar ke seluruh atmosfir bumi. Letusan Toba juga berdampak pada berkurangnya jumlah populasi manusia menjadi hanya sekira 5-10 ribu manusia saja yang tersisa.

Letusan Gunung Krakatau

Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda ini memang terkenal akan letusannya yang maha dahsyat. Gunung vulkanik aktif itu pernah meletus pada 27 Agustus 1883. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30 ribu kali bom atom yang meledak di Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada masa Perang Dunia II.

Hamparan debu vulkanik letusan Krakatau bahkan sampai ke negara lain seperti Australia, India, Sri Lanka, Selandia Baru, Pakistan hingga ke Norwegia. Lebih dari 36 ribu jiwa tewas akibat letusan Gunung Krakatau. Pasca-letusan dahsyat itu, dunia lalu mengalami perubahan iklim global sehingga matahari meredup hingga tahun berikutnya.

Letusan Gunung Tambora

Gunung Tambora terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan meletus pada 6-10 April 1815. Letusan dahsyatnya itu setidaknya menelan korban jiwa hingga 91 ribu orang. Letusan Gunung Tambora bahkan meluluh lantakkan Kerajaan Sanggar di kaki gunung. Begitupun Kerajaan Tambora dan Pekat yang hancur tidak tersisa.

Letusan itu memuntahkan material kurang lebih 150 miliar meter kubik, sehingga memunculkan kawah sedalam 1.100 meter dengan diameter 6,2 kilometer. Sementara, tinggi kepulan asap Tambora mencapai 43 kilometer. Abu vulkanik jatuh hingga ke Pulau Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Gemuruhnya terdengar hingga di Sumatera atau sekira 2.600 kilometer dari Gunung Tambora.

Bahkan, kuatnya letusan tersebut memangkas ketinggian Tambora dari 4.200 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi hanya 2.700 mdpl. Kegelapan berlangsung lebih dari dua hari hingga radius kurang lebih 600 kilometer dari puncak gunung, sehingga Pulau Sumbawa diselimuti kegelapan. Bahkan, dampaknya semua tumbuhan dan hewan pun ikut mati.

Semua masyarakat di Bima, Dompu dan wilayah lain di Sumbawa yang lolos dari maut kala itu menderita luar biasa. Sejumlah penyakit menyerang penduduk, karena air yang diminum terkontaminasi material beracun dari abu vulkanik. Tak hanya itu, imbas dari letusan Gunung Tambora juga membuat perubahan iklim global saat itu.

Letusan Gunung Kelud

Gunung Kelud merupakan gunung berapi paling aktif dan sering kali meletus. Namun, letusan terdahsyatnya terjadi pada 19 Mei 1919 silam. Letusan kelud tersebut ibarat mimpi buruk bagi warga Kediri, Jawa Timur. Akibatnya, lebih dari lima ribu orang meninggal dunia. Letusan Kelud bahkan dapat terdengar hingga Pulau Kalimantan.

Selain itu, aktivitas hujan batu dan abu juga merambah ke Pulau Bali. Kota Blitar mengalami kehancuran hebat pasca letusan Gunung Kelud. Berdasarkan catatan menyeluruh, Gunung Kelud sudah pernah meletus beberapa kali yakni tahun 1901, 1919, 1951, 1966, 1990, 2007 dan teranyar pada 2014 lalu.

Gempa dan Tsunami Aceh

Tanggal 26 Desember 2004 silam menjadi hari paling kelam bagi warga Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Gempa berkekuatan 9.3 SR disusul gelombang tsunami telah menyapu bangunan-bangunan di Aceh. Tak hanya itu saja, gelombang tsunami itu juga telah merenggut lebih dari 200 ribu jiwa.

Saat itu, gempa mengawali 9,3 SR mengawali hari kelam saat itu. Sekira pukul 08.00 WIB gempa yang berpusat pada kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh dengan kedalaman 10 kilometer, merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh.

Gempa ini bahkan dirasakan hingga Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika. Beberapa jam setelah terjadinya gempa, masyarakat di pesisir Aceh dipanikkan dengan adanya gelombang tsunami yang ketinggiannya mencapai sembilan meter itu. Akibatnya, ratusan ribu jiwa melayang akibat gelombang dahsyat ini.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya