TULUNGAGUNG - Sejumlah warga di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengeluhkan meningkatnya serangan ulat gagak yang menyebar di kebun-kebun, selokan, jalanan hingga masuk ke permukiman penduduk.
"Tiap hari jumlahnya semakin bertambah, saya tidak tahu mengapa itu bisa terjadi," tutur Miswan, warga Dusun Glodokan, Desa Pucung Kidul, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Minggu (13/3/2016).
Kendati tidak menimbulkan gatal, kehadiran ribuan ulat seukuran jari kelingking orang dewasa dan berwarna hitam kombinasi kuning tersebut dianggap mengganggu. Pasalnya, ulat itu menempel dan memakan habis daun tanaman di kebun warga.
Selain itu, kata Suwarno, ulat gagak merambat di sepanjang selokan, jalan hingga rumah-rumah penduduk, menimbulkan ketidaknyamanan warga. "Jumlahnya selalu meningkat setiap kali usai turun hujan. Ulat-ulat ini biasanya muncul dari arah selokan dan merambat di jalan-jalan sehingga bikin kami 'gilo' (jijik)," kata Miswan.
Miatul, warga lain menuturkan, keberadaan ulat muncul sejak awal musim hujan. Namun, kata dia, kali ini jumlahnya lebih banyak dan bentuknya lebih besar dibanding sebelumnya.