Dalam pesan singkat tersebut, pengirim pesan meminta siswa untuk menyerahkan sejumlah uang agar bisa mendapatkan kunci jawaban UN 2016. Nominalnya pun cukup besar, yakni Rp1,5 juta untuk seluruh mata pelajaran. Kendati demikian, RH mengaku tak tertarik dengan tawaran itu. Ia mengaku optimis bisa menjawab semua soal ujian nasional 2016.
"Ndak, Mas. Ngapain percaya seperti itu. Lebih baik dikerjakan semampunya. Lagi pula itu pasti penipuan. Nomornya saja tidak dikenal," tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengaku tidak mengetahui adanya isu beredarnya kunci jawaban ujian nasional 2016. Bupati mengimbau agar para siswa tidak mempercayai hal tersebut karena akan menyesatkan mereka.
"Saya harap, para siswa jangan mempercayai adanya kunci jawaban UN SMA yang beredar. Para siswa harus mempercayai dirinya sendiri dan belajar lebih giat agar bisa lulus ujian," ujar Bupati saat sidak di SMAN 3 Jombang.
Selain itu, Bupati akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi dan menelusuri kepastian adanya broadcast kunci jawaban UN SMA yang beredar tersebut.
(Rifa Nadia Nurfuadah)