Dialog itu didengar oleh istri pelaku. Seketika, istri AKP Marzuki melapor kejadian itu kepada sang suami, bahwa ada orang yang mengaku membangun pondasi pagar rumah mereka. Pelaku yang naik pitam langsung menuju ke rumah Mahdi dan memukul Mulyadi.
Mahdi yang melihat kejadian itu mencoba melerai pertengkaran. Namun hakim senior itu pun ikut jadi sasaran amukan pelaku hingga tersungkur. Anak korban, Fanny (25) yang mendengar suara gaduh di depan rumah keluar dan melihat sang ayah sedang dipukul.
Kemudian Fanny mencoba memukul pelaku dengan sebilah balok, namun hal itu dihalangi warga yang sudah berada di sekitar. Namun nahas, malah Fanny yang ikut mendapat pukulan dari Marzuki hingga memar di bagian mata kirinya. Sedangkan sang ayah ikut memar di bagian kepala.
“Malam itu saya bawa anak saya ke rumah sakit, anak saya sampai di opname di rumah sakit. Kami lapor ke Polda, Propam, ke Bareskrim,” kata Mahdi.
Mahdi sendiri hingga kini belum mengetahui pasti motif pemukulan terhadapnya serta tiga anak dan seorang adik iparnya. Ia mengaku selama ini tidak pernah terjadi pertikaian antara keluarganya dengan polisi tersebut.
(Salman Mardira)