Kondisi mayat yang belum lama dimakamkan mengeluarkan bau tak sedap dari air yang menetes dari kain kafan sepanjang jalan dari TPU ke rumahnya. Sehingga warga yang melintas didepan rumah tersebut menutup hidung sambil berlari karena takut.
Guntur yang mengaku masih saudara angkat dengan Ferdi, merasa prihatin dengan sikap yang dilakukan tetangganya tersebut karena menganggu warga lainya. Kendati tidak menimbulkan bau namun warga takut keluar rumah di saat malam hari.
Ditambah lagi dengan isu banyaknya suara-suara aneh pasca dipindahkannya makam almarhumah Rodiah ke depan rumahnya oleh suaminya.
"Tidak terlalu bau , tapi orang-orang sini sekarang takut keluar malam, terutama anak-anak, sekarang habis adzan Magrib tidak ada yang berani keluar malam, padahal sebelumnya sering main," kata Guntur.
Senada juga disampaikan Ketua RT 02 Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Oemarudin. Dia membenarkan bahwa istri Ciap Ferdi meninggal sekitar 2 bulan yang lalu dan telah dimakamkan di TPU Tanjung Aman. Namun, dia kaget saat mengetahui jenazah Rodiah dipindahkan ke perkarangan rumah Ciap Ferdi.
"Jenazah Rodiah dipindahkanya sendiri sore hari Selasa kemarin, memang tidak tapi ngeri, buat warga ketakutan, sudah itu kuburan tidak senonoh hanya 1 meter kemudian ditutupi dengan pot bunga," kata Oemarudin.
Menurut dia, Ferdi melakukan hal itu karena buta huruf dan tak paham agama, membaca pun dia tidak bisa, jangankan beribadah sangat jarang dilakukannya.
"Agamanya Islam. Islam di KTP, kami sudah melarang tapi dia bilang, istri-istri saya tanah-tanah saya, kata dia, padahal kami sudah negur dia baik-baik agar almarhumah dikuburkan di TPU saja,tapi ya begitulah kejadiannya," terangnya.
Pihak RT sudah melaporkan kejadian ini dengan pihak kelurahan untuk mencari solusi agar Ciap Ferdi mau memindahkan kembali almarhumah istrinya ke TPU, karena menganggu ketertiban umum.
(Rachmat Fahzry)