Dituduh Transaksi Narkoba, Senator Filipina Minta Keluarganya Dilindungi

Silviana Dharma, Jurnalis
Jum'at 19 Agustus 2016 17:04 WIB
Senator Filipina Leila de Lima. (Foto: Inquirer)
Share :

MANILA – Senator Filipina Leila de Lima merasa terpojok dengan tuduhan yang dilayangkan orang nomor satu di negaranya. Presiden Rodrigo Duterte terus mencak-mencak di media soal keterlibatan rival politiknya itu dalam transaksi jual beli narkoba. Saking kesalnya, mantan Wali Kota selama 22 tahun itu sampai menyebut de Lima perempuan jalang.

Sebutan itu sangat disayangkan de Lima, karena bisa-bisanya kata-kata sekasar itu keluar dari mulut seorang kepala negara. Ia pun menuding balik Duterte sedang berupaya melakukan pembunuhan karakter terhadapnya. Mantan Ketua Komnas HAM Filipina itu pun memohon kepada awak media untuk memberinya ruang membela diri.

(Baca juga: Duterte Tantang Senator Filipina Buktikan Diri Tidak Bersalah)

“Anda adalah seorang presiden. Saya hanya senator,” tukas de Lima, seperti disadur dari The Inquirer, Jumat (19/8/2016).

De Lima dituduh telah memanfaatkan sopirnya sebagai kurir untuk menerima uang hasil penjualan narkoba. Lalu memakainya untuk dana kampanye. Duterte bahkan siap membawa saksi mata untuk membuktikan ucapannya itu.

Menanggapi hal itu, de Lima membela diri. Namun entah apa hubungan tudingan itu dengan keluarganya, tiba-tiba dia meminta keluarganya untuk dilindungi dari Duterte.

“Jika Anda juga menyerang kolega saya atau keluarga saya, seperti Anda menyerang saya, saya berharap Anda mengampuni mereka. Jika Anda begitu ingin menghancurkan saya, tolong pakailah hati nurani Anda dan jangan libatkan mereka. Sebab mereka tidak punya salah apa-apa pada Anda,” ujar perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman Filipina tersebut.

(Baca juga: Duterte Sebut Senator Filipina Perempuan Jalang)

Menurut de Lima, apa yang dilakukan sang presiden kepadanya saat ini juga bagian dari penyelewengan kekuasaan. “Saya tidak akan melawannya. Saya jelas tidak akan melawan seorang presiden. Tapi yang paling penting di sini adalah, saya tidak tahu apa salah saya padanya,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, De Lima juga mendesak presiden untuk berhenti mengancam dan mempermalukannya. “Saya selalu setia pada sumpah jabatan saya. Saya tidak punya musuh di sini. Berhentilah menjadikan saya musuh. (Tapi,) mereka telah menghancurkan dan menginjak-injak harga diri saya sebagai perempuan. Apakah ada hal lain yang lebih buruk daripada itu?” pungkasnya.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya