Terpana Tato Ismail di Tanah Suci

Muhammad Saifullah , Jurnalis
Selasa 06 September 2016 12:57 WIB
Jamaah haji bertato saat menjalani ibadah (Foto : M. Saifullah/Okezone)
Share :

Dari data International Centre for Muslim and non-Muslim Understanding (MnM) pada University of South Australia, Islam merupakan agama paling cepat pertumbuhannya dalam lima tahun di Australia, dengan peningkatan 39,9 persen dari 2006 ke 2011.

Jumlah muslim Australia masih berkisar 500.000 jiwa alias hanya 2,2 persen dari total populasi Negeri Kanguru. Terdapat tiga area yang menjadi pusat pertumbuhan umat Islam di Australia, yakni Broadmeadeows, Kota Melbourne (31,3 persen), lalu Bankstown (26,7 persen), dan Auburn (25,6 persen) di New South Wales. Menurut perkiraan, jumlah penduduk Islam di Australia akan berkisar 1,5 juta jiwa dalam 30 tahun mendatang.

Menurut MnM, kontak pertama Australia dengan umat Islam terjadi di pertengahan 1700-an, saat pelaut-pelaut Makassar tiba di Australia Utara untuk berdagang teripang dengan Suku Aborigin. Kemudian pada 1850-an, datanglah para penunggang unta dari Afganistan yang membuka jalur perdagangan dengan pedalaman Australia. Hingga 1930, jumlah umat Islam hanya sekira 3.000 orang. Peninggalannya berupa masjid tertua di Adelaide pada 1888.

Kebijakan Kulit Putih (White Australia Policy) pada 1901, membuat banyak orang Afganistan meninggalkan Australia. Pada 1960-an terjadi perubahan undang-undang yang membolehkan kedatangan imigran Turki dan Lebanon. Kebijakan tersebut membuat jumlah penduduk Islam di negara tersebut bertambah menjadi 250 ribu orang.

Data sensus 2011 menunjukkan, 37,6 persen umat Islam Australia lahir di negara itu dan 39 persen lainnya lahir di Lebanon, Pakistan, Afganistan, Turki, Bangladesh, Iran, Irak, Indonesia, dan India. Muslim Australia berasal dari 183 negara berbeda, umumnya dari Asia Selatan dan Timur Tengah.

(Ulung Tranggana)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya