Susahnya Merawat dan Mengembangkan Bunga Tulip

Ramdani Bur, Jurnalis
Sabtu 08 Oktober 2016 11:01 WIB
Deretan indahhnya bunga tulip. (Foto: Dicky Martias/ABC)
Share :

MELBOURNE – Festival Bunga Tulip diadakan di daerah Silvan yang berjarak 40 km dari pusat Kota Melbourne, Australia. Pada festival yang diadakan dari 8 September hingga 4 Oktober 2016 itu dipamerkan 155 jenis dan 700 ribu ribu Bunga Tulip.

Namun sekadar informasi, bunga itu tidak tumbuh sepanjang tahun. Setiap tahun, bunga yang identik dengan negara Belanda itu hanya tumbuh pada musim semi atau dari awal September hingga pertengahan Oktober.

Meski hanya tumbuh satu kali dalam setahun, tidak mudah bagi pemilik perkebunan untuk menumbuhkan Bunga Tulip yang memesona. Pemilik sekaligus generasi ketiga dari penggagas festival Tulip di Australia, Paul Tesselaar, menjabarkan proses penanaman hingga tumbuh, sampai akhirnya bunga itu layu.

“Kami melakukan penanaman pada Bulan April di setiap tahunnya. Pada musim gugur (April-Mei), bibit tulip sudah harus muncul. Di musim dingin (Juni-Agustus), kami harus menjaganya agar saat musim semi dapat mekar dengan sempurna. Setelah festival tulip usai, tanaman yang sudah layu kami akan singkirkan untuk kembali kami tanami,” ujar Paul kepada pewarta yang juga dihadiri Okezone.

 

(Deretan bunga tulip. Foto: Ramdani Bur/Okezone)

Hebatnya, Paul tidak menjual secara komersil Bunga Tulip yang dimilikinya ke toko-toko atau perusahaan besar yang tertarik dengan bunga asal Turki tersebut. Untuk mendapat dana membangun perkebunan Bunga Tulip itu, Paul yang kakeknya berasal dari Belanda hanya memanfaatkan dana dari hasil dilangsungkannya festival tulip.

Sebagai tambahan informasi, untuk masuk ke festival tersebut, pengunjung dewasa dikenakan biaya AUD26 atau sekira Rp260 ribu, AUD22 (Rp220 ribu) untuk grup dan gratis bagi visitor yang berusia di bawah 16 tahun.

Liputan ini adalah hasil kerja sama Okezone dengan ABC International.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya