REMBANG – Setelah menewaskan satu orang warga di Kabupaten Wonsosobo, Jawa Tengah (Jateng), babi hutan kembali masuk ke perkampungan warga. Kali ini, terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kragan, Rembang.
Kawanan babi hutan yang mencari makan itu menggasak tanaman jagung, ketela pohon atau tanaman lain milik warga. Salah seorang pegiat lingkungan, Sutrisno (45) mengatakan, pihaknya sudah terjun ke beberapa desa yang mendapat serangan babi hutan. Dia memberi tips membuat ramuan campuran antara terasi dan kapur barus yang ditumbuk halus untuk mengusir hama babi hutan tersebut.
"Campuran kedua bahan tersebut dibentuk bulat-bulat kemudian dibungkus kain dan digantung di sekitar pematang sawah atau kebun berkeliling. Mudah mudahan dengan cara ini babi hutan enggan masuk lantaran mencium aroma tersebut," kata Sutrisno, seperti dikutip dari KRjogja, Rabu (9/11/2016).
Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tanjungsari, Anwar Soleh (45) membenarkan keresahan petani akibat serangan babi hutan. Ia menambahkan, akan menjalankan saran dari pegiat lingkungan tersebut. Namun, bila tidak berdampak signifikan, dan hama babi hutan masih memasuki perkampungan, perangkat desa akan membuat surat kepada Perbakin untuk melakukan perburuan babi hutan.
"Kami sudah rutin berkoordinasi dengan Perbakin guna mengatasi serangan babi hutan," ujar dia.
(Fransiskus Dasa Saputra)