Sebelum menghadap sang pencipta, Sri sempat mendengar suara anaknya meminta maaf. "Saya yang menemaninya sampai dia berpulang," ujarnya.
Sampai saat ini, Sri belum tahu siapa yang mengantarkan putranya ke rumah sakit. Ia mengaku sempat bertemu orang yang mengaku bernama Andi sesaat setelah anaknya meninggal dunia. Andi yang mengaku menggendong Syaits ke rumah sakit.
Pihak keluarga sampai saat ini belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak panitia maupun Kampus UII terkait kematian Syaits. "Sudah ada yang melayat dan sebatas menyampaikan belasungkawa," imbuh Lilik Margono paman Asyam.
Pihak UII melalui siaran persnya yang ditandatangani Rektor UII, Harsoyo, mengakui diksar The Great Camping merupakan kegiatan resmi kampus. Pihak kampus sudah membentuk tim investigasi untuk menelusuri kasus itu.
(Risna Nur Rahayu)