MAKASSAR - Aksi supir angkot di Makassar pada Senin 6 Februari 2017, menyisakan kisah teladan. Saat aksi berlangsung panas, seorang Polwan yang sedang mengamankan terkena benda tumpul pas didahinya. Darah pun mengucur jelas, sehingga langsung dilarikan ke RS Bhayangkara.
Sontak, aparat langsung mengamankan seorang demonstran yang diduga pelaku. Meski demikian, korban, yakni Ipda Suriati berbesar hati memaafkan pelaku. Ia malah menjelaskan jika kejadian itu tidak disengaja.
Peristiwa ini terjadi saat supir yang berunjuk rasa, memaksa salah satu supir taksi menurunkan penumpangnya. Mereka bermaksud mengajak rekan seprofesinya ikut mogok.
“Sewaktu taksi itu dihadang oleh pengunjuk rasa, salah seorang berkeras untuk membuka pintu taksi itu. Ujung pintu itulah yang mengenai dahinya saya," ujar Ipda Suriati, saat menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, Rabu (8/2/2017).
Ia pun berharap agar kejadian ini tidak terjadi lagi, khususnya terhadap Polwan. Sebab, bagaiamanapun juga tugas kepolisian yakni membantu memberi pengamanan.
Sementara Kasubbag Humas Polrestabes Makassar mengapresiasi sikap Ipda Suriati yang masih berbesar hati. Padahal jelas-jelas menerima luka berdarah di bagian kepalanya.
"Ipda Suri berbesar hati untuk memaafkan lelaki yang membuat dahinya terluka. Ia dan pelaku saling memaafkan dengan saling bersalaman," pungkasnya.
Diketahui, ratusan supir angkot dan taksi menggelar aksi mogok dengan tuntutan pelarangan taxi online. Juga menolak kehadiran bus dan kenaikan biaya pajak STNK. (sym)
(Erha Aprili Ramadhoni)