Hendra memastikan akan mengonfirmasi konsultan pengawas dalam melakukan pengawasan pengerjaan.
“Kami akan evaluasi apakah jebolnya embung tersebut faktor alam karena arus air deras atau pengerjaannya yang asal-asalan,” tambahnya.
Hasil temuan dilapangan terindikas kuat bangunan embung tersebut tidak sesuai speck dan tidak menggunakan besi beton.
“Kami tidak ingin jika pembangunan yang telah didanai oleh uang negara tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh rakyat,” papar Hendra.
Hendra menambahkan, bangunan embung itu salah satu fasilitas untuk memperbaiki pertanian warga, jadi harus semaksimal mungkin pengerjaannya agar dapat dimanfaatkan masyarakat dan tidak sia-sia. (sym)
(Erha Aprili Ramadhoni)