Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asal Usul Gua Donan di Pangandaran dan Kisah Pengembara dari Cilacap

Syamsul Maarif , Jurnalis-Kamis, 14 November 2019 |11:10 WIB
Asal Usul Gua Donan di Pangandaran dan Kisah Pengembara dari Cilacap
Gua Donan yang Ada di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (foto: Okezone/Syamsul Maarif)
A
A
A

PANGANDARAN - Gua Donan yang ada di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu gua yang memiliki cerita perjalanan seorang tokoh besar penyebar Agama Islam dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Salah satu warga setempat Aceng Hasim mengatakan, berdasarkan kisah tutur, di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang ada seorang tokoh besar penyebar Agama Islam bernama Kiai Banjar.

Baca Juga: Bertaruh Nyawa Mempertahankan Kemerdekaan, Raden Karlan Kini Malah Jadi Pemulung 

Kiai Banjar memiliki banyak pengikut dan menjadi panutan masyarakat karena sikapnya yang bijaksana dan selalu mengajarkan pada kebaikan.

"Kiai Banjar memiliki banyak pusaka dan memiliki kesaktian, sehingga banyak masyarakat yang berguru ilmu kanuragan kepadanya," kata Aceng.

Goa Donan yang ada di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran (foto: Okezone/Syamsul Maarif)	 

Saat Kiai Donan sudah memiliki banyak murid baik yang belajar keagamaan dan kanuragan, datang salah satu pengembara yang singgah di Desa Tunggilis dari Cilacap.

Pengembara tersebut adalah Adipati Raden Ronggo Segoro yang memiliki misi penyebaran Agama Islam selama menjadi pengembara dari satu daerah ke daerah lain.

Situasi dan kondisi di Desa Tunggilis antara pengikut Kiai Banjar dengan Adipati Raden Ronggo Segoro terjalin dengan baik dan sangat harmonis.

"Selama singgah di Desa Tunggilis, Adipati Raden Ronggo Segoro pun memiliki pengikut yang belajar ilmu keagamaan dan kanuragan," tambah Aceng.

Dikala jalinan pengikut Kiai Banjar dengan pengikut Adipati Raden Ronggo Segoro terjalin sangat harmonis, tiba-tiba Kiai Banjar merasa kehilangan salah satu pusaka keris yang merupakan keris andalannya.

Dari kejadian tersebut, masyarakat di Desa Tunggilis terbelah menjadi dua kubu, yaitu pengikut Kiai Banjar dan pengikut Adipati Raden Ronggo Segoro.

Pengikut Kiai Banjar curiga kalau pusaka keris miliknya dicuri oleh pengikut Adipati Raden Ronggo Segoro, begitupun pengikut Adipati Raden Ronggo Segoro curiga pusaka keris yang hilang dicuri pengikut Kiai Banjar.

Untuk menyelesaikan permasalahan kecurigaan dua kubu antar Kiai Banjar dengan Adipati Raden Ronggo Segoro sepakat menggelar sayembara adu kanuragan dengan cara saling meminum air putih secara bergantian.

"Sayembara adu kanuragan pun digelar, Kiai Banjar meminum air putih yang sudah di bacakan doa oleh Adipati Raden Ronggo Segoro dan Adipati Raden Ronggo Segoro meminum air putih yang sudah dibacakan doa oleh Kiai Banjar," papar Aceng.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement