nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Jadikan Gua di Pangandaran untuk Timbun Hasil Bumi Selama PD II

Syamsul Maarif, Jurnalis · Senin 09 Januari 2017 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 09 525 1586907 jepang-jadikan-gua-di-pangandaran-untuk-timbun-hasil-bumi-selama-pd-ii-Wh54dugMgi.jpg Gua yang dijadikan tempat penimbunan oleh Jepang. (Syamsul M/Okezone)

PANGANDARAN – Keberadaan bunker yang berlokasi di pantai timur Pangandaran tepatnya dikawasan taman wisata alam (TWA) balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Pangandaran diyakini sebagai tempat penyimpanan hasil bumi dan pertahanan laut.

Salah satu ahli sejarah dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang Yanuar Mandiri mengatakan, semasa perang dunia (PD) II, Jepang  berkepentingan atas sumber daya alam untuk mendukung perang Asia Timur Raya.

“Selain kepentingan Jepang yang membangun bunker dilokasi ini, sebelumnya bangsa Belanda membuka jalur kereta api yang difungsikan untuk mengangkut sumber daya alam,” kata Yanuar, Senin (9/1/2017).

Terlebih lagi, faktor sumber daya alam dan hasil buminya yang melimpah karena pertempuran masa perang dunia II sebagian besar terjadi di laut dan serangan banyak dilakukan melalui jalur laut.

“Lokasi ini dipilih oleh Jepang karena posisinya strategis dan dikelilingi bukit juga titik pendaratan masuk melalui laut,” tambahnya.

Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942 melalui Tarakan, Kalimantan Utara, hal ini berdasarkan pengakuan pelaku sejarah yang masih hidup dan bunker itu dikerjakan selama dua bulan oleh ratusan orang warga pribumi.

“Kami pernah menggali sumber inpormasi dari pelaku pembuat bunker ini, mereka mengaku mendaftar untuk bekerja membuat bunker dan mendapatkan bayaran waktu itu,” paparnya.

Hingga saat ini, penelusuran sejarah bunker Jepang atau umum disebut Goa Jepang di Cagar Alam Pananjung masih ditelusuri tim BPCB Serang. (sym)

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini