Setelah sayembara adu kanuragan dengan cara meminum air putih digelar, tidak terlihat reaksi apa pun pada Kiai Banjar, namun tidak lama dari itu dari perut Adipati Raden Ronggo Segoro secara tiba-tiba keluar sebuah pusaka keris yang hilang itu.
Setelah diselidiki, pusaka keris tersebut rupanya dicuri oleh salah satu pengikut Adipati Raden Ronggo Segoro. Dari kejadian tersebut, terjadi fatwa dan doktrin dari ke dua tokoh yaitu Kiai Banjar dan Adipati Raden Ronggo Segoro kepada masyarakat di Desa Tunggilis tidak boleh melakukan jual beli barang berbahan besi.
"Fatwa dan doktrin tersebut hingga kini masih dipegang teguh oleh masyarakat sehingga sampai sekarang tidak ada toko material yang menjual besi," terangnya.
Dari kejadian itu pun diprediksi Desa Tunggilis bakal menjadi tempat pangadonan atau tempat orang mencari nafkah.
"Sejak itulah gua yang ada di Desa Tunggilis dijuluki Gua Donan," sambung Aceng.
Baca Juga: Viral Wanita asal Pangandaran Ini Lahirkan Anaknya di Jalanan Kampung
Karena Adipati Raden Ronggo Segoro yang merupakan pengembara dan bermukim lama di Desa Tunggilis dijuluki sebagai Kiai Donan.
Setelah dijuluki Kiai Donan akhirnya Adipati Raden Ronggo Segoro wafat dan dimakamkan di sekitar Gua Donan.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.