Menlu Retno: KTT IORA Jadi Momentum Ubah Tantangan Jadi Peluang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 06 Maret 2017 10:50 WIB
Menlu Retno LP Marsudi membuka pertemuan tingkat menteri dalam KTT IORA 2017. (Foto: Wikanto A/Okezone)
Share :

JAKARTA – Berbagai perubahan dunia menyebabkan ketidakpastian dan memperdalam ketidakpercayaan antarnegara, budaya, dan komunitas. Hal tersebut disampaikan Menlu RI Retno LP Marsudi saat membuka KTT Asosiasi Negara-Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) 2017.

Di hadapan para delegasi, Menlu Retno menyampaikan, sejak pertemuan IORA di Bali pada 2016, negara-negara anggota IORA terus menyaksikan sejumlah tantangan konflik terorisme, pengungsi ilegal perdagangan, perubahan iklim, serta perubahan politik dan ekonomi global sebagai hasil dari populisme dan proteksionisme.

"Efek tantangan ini juga akan berdampak pada kita di kawasan lingkar Samudera Hindia," ujar Menlu Retno Marsudi, di JCC, Senin (6/3/2017).

Retno menambahkan, setiap negara menggantungkan nasibnya pada kemauan sendiri apakah mau terbawa perubahan atau membangun kepercayaan dan menjaga situasi kondusif sehingga bisa memetik keuntungan dari perdamaian. Menlu Retno yakin setiap negara anggota yang hadir ingin berkontribusi atau melakukan sesuatu.

"Karena itu kita akan memimpin dengan mendorong kerjasama regional dan internasional yang lebih dekat untuk mempertahankan stabilitas, perdamaian, dan keamanan di kawasan. Melalui kemitraan yang lebih dekat kita akan mengubah tantangan global menjadi peluang di kawasan Samudera Hindia," tukas lulusan Universitas Gadjah Mada itu.

KTT IORA 2017 merupakan konferensi tingkat tinggi pertama yang diselenggarakan sejak berdiri pada 1997. Indonesia sebagai Ketua IORA periode 2015-2017 berinisiatif mengadakan KTT sebagai perayaan 20 tahun berdirinya asosiasi tersebut.

Penyelenggaraan KTT IORA 2017 yang mengangkat tema "Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable & Prosperous Indian Ocean".

Sejumlah isu prioritas menjadi pembahasan, antara lain: masalah keamanan dan keselamatan maritim; fasilitasi perdagangan dan investasi; manajemen perikanan; manajemen risiko bencana; kerjasama akademis; ilmu pengetahuan dan teknologi; serta kerjasama pariwisata dan pertukaran budaya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya