Image

IORA dan Gerakan Non-Blok Sepakati Kerjasama Pemberdayaan Wanita

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 28 November 2017, 17:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 28 18 1822043 iora-dan-gerakan-non-blok-sepakati-kerjasama-pemberdayaan-wanita-M6DE099z8b.jpg Menlu Retno menjadi saksi penandatanganan MoU IORA dan Gerakan Non-Blok. (Foto: Okezone/Wikanto Arungbudoyo)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, menjadi saksi penandatanganan serta pertukaran MoU antara Organisasi Kerjasama Negara-Negara Samudera Hindia (IORA) dengan Pusat Pelatihan Kerjasama Selatan-Selatan Gerakan Non-Blok (NAM SSCC). Penandatanganan tersebut dilakukan di Gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) IORA, KV Bhagirath, berharap kerjasama tersebut dapat membawa manfaat bagi anggota-anggota. Secara khusus, ia senang karena MoU tersebut dapat membawa Indonesia lebih dekat lagi dengan IORA.

BACA JUGA: IORA: Ibu Negara Iriana Joko Widodo Tukar Cara Pakai Jilbab dengan Istri Presiden Afsel

"Saya berharap MoU ini dapat menjadi tonggak untuk membahas sejumlah kerjasama dengan NAM, terutama di bidang blue economy, woman economy and empowerment, usaha kecil dan menengah (UMKM), tanggap bencana, serta perubahan iklim," ujar KV Bhagirath kepada awak media, Selasa (28/11/2017).

Dalam MoU tersebut secara khusus ada penambahan pada pemberdayaan perempuan secara ekonomi. Direktur NAM SSCC, Duta Besar (Dubes) Prianti Gagarin Singgih-Djamiko menerangkan, isu pemberdayaan perempuan saat ini sudah menjadi pembahasan di berbagai forum baik regional maupun internasional.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Pimpin Diskusi, Ibu Negara Jamu Istri Peserta IORA

"Yang diusulkan NAM Centre dalam KTT IORA hanya pemberdayaan perempuan saja. Tetapi kemudian ditambahkan ekonomi perempuan yang menekankan pemberdayaan perempuan secara ekonomi," ucap Dubes Prianti.

Ia berharap kerjasama pemberdayaan perempuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir pantai dan desa-desa. Sementara KV Bhagirath menyatakan, pemberdayaan perempuan secara ekonomi itu adalah ide baru bagi IORA.

Ia mencontohkan pemberdayaan perempuan di sektor perikanan. KV Bhagirath mengatakan, sekira 50% tenaga kerja di sektor perikanan adalah perempuan. Tentu hal tersebut akan berdampak pada perekonomian sehingga inisiatif-inisiatif semacam itu harus diperkuat.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini