JAKARTA - Polri belum menyimpulkan hilangnya ribuan detonator di perusahaan tambang emas PT Indohong Mining, Kampung Cilandu, Desa Mekar Sari, Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Banten berkaitan dengan aksi terorisme.
"Belum dapat disimpulkan. Kecil kemungkinan untuk itu (terorisme)," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).
Hingga kini, mantan Kapolres Klaten ini menyatakan, Polres Lebak masih terus mendalami tujuan dari orang tidak dikenal ini mencuri 5.227 detonator tersebut.
"Kan kalau mengambil ada tujuan. Tujuannya untuk apa ini sdang kita dalami kita tunggu saja mudah-mudahan satu dua hari ini sudah bisa diekspose oleh pihak Polda Banten," katanya.
Informasi yang dihimpun, olah TKP sendiri sudah dilakukan oleh aparat Kepolisian Polres Lebak pada Kamis 9 Maret 2017 di gudang bahan peledak milik PT Indohong Mining. Dari hasil oleh TKP itu, diduga kejadian hilangnya detonator sudah berlangsung satu bulan yang lalu.
PT Indohong Mining sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas yang mulai beroperasi kurang lebih dua tahun yang lalu di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak Baten. Akan tetapi, perusahaan ini sudah tidak berjalan karena mengalami kebangkrutan.
(Angkasa Yudhistira)