"Ada efisiensi anggaran pastinya, karena kan sangat pendek waktunya. Kalau pengumpulan massa butuh biaya dan waktu yang lebih panjang jadi paslon pasti menggunakan metode yang lebih tepat," terangnya.
Dahlia juga menuturkan bahwa KPU DKI telah berupaya maksimal untuk berkomunikasi kepada masyarakat mengenai tahapan dan jadwal putaran kedua Pilkada DKI.
"Sosialisasi KPU DKI jalan terus, tapi komunikasinya tentu berbeda dengan putaran pertama. Kan masyarakat sudah kenal paslonnya," tutupnya.
(Rachmat Fahzry)