TOKYO - Longsor salju yang terjadi di resor ski di prefektur Tochigi, Jepang, menewaskan sedikitnya delapan orang. Tujuh orang di antaranya merupakan pelajar sekolah menengah atas dan sisanya adalah seorang guru pendamping.
Semua korban diketahui sebagai bagian dari rombongan sekolah yang tengah melakukan ekspedisi pendakian gunung ketika bencana terjadi. Rombongan tersebut terdiri dari 52 siswa dan 11 guru yang berasal dari tujuh sekolah.
"Ini (outing) adalah acara tahunan dan kami tidak pernah mengalami kecelakaan besar sebelumnya. Saya benar-benar terkejut," ujar salah seorang guru yang selamat sebagaimana dinukil dari Channel News Asia, Senin (27/3/2017).
Sebelumnya, para korban tewas tersebut dilaporkan hilang dan ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Sebagian besar korban berasal dari Sekolah Tinggi Otawara di Tochigi. Jumlah korban tewas diumumkan setelah dokter secara resmi mengonfirmasi kematian mereka.
Sementara itu, 40 orang lainnya dikabarkan terluka. Dua di antaranya dalam kondisi kritis. Para korban kini telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit guna menjalani perawatan.
"Semua orang telah dibawa turun dari gunung dan mereka sekarang sedang dibawa ke rumah sakit," terang seorang petugas penyelamat.
Pemerintah setempat telah mengerahkan lebih dari 100 personel tentara untuk melakukan pencarian korban. Media lokal mengutip para ahli yang menyatakan bahwa longsor salju di Jepang kemungkinan disebabkan oleh hujan salju lebat yang terjadi pada hari sebelumnya.
Akibat dari bencana ini, resor ski di prefektur Tochigi terpaksa ditutup untuk sementara waktu. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)