EMPAT pemuda pada suatu malam yang sunyi di sebuah pos ronda, suntuk karena bingung bagaimana menghabiskan waktu ronda malam di kampungnya sekaligus mengusir kantuk. Tiba-tiba salah satunya ‘nyeletuk’,: “Main gaple yuk!,”
Ya, permainan gaple atau nama “formalnya” domino, kini jadi salah satu permainan paling populer, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia di berbagai lapisan masyarakat. Permainan dengan ‘segepok’ kartu mini persegi panjang yang berhiaskan bulatan-bulatan berwarna merah dengan jumlah tertentu di tiap kartunya.
Permainan ini biasa jadi pengusir rasa bosan di kala ‘ngeronda’, kumpul-kumpul malam sambil berkemah sehabis menggelar api unggun, atau saat ‘ngeguyub’ di kosan/kontrakan/rumah teman. Permainan yang justru bisa dimainkan semua umur- mulai anak-anak sampai yang tua-tua.
Empat pemain tinggal menyamakan masing-masing jumlah bulatan di kartu tiap-tiap players-nya. Biasanya saat baru memulai, yang diturunkan adalah kartu balak nol alias kartu yang kosong tanpa bulatan-bulatan.
Penentu pemenangnya ya kalau salah satu pemainnya sudah habis menaruh kartu di penghujung rangkaian kartu yang ditaruh. Atau enggak seandainya permainan sudah “mati” tanpa ada pemain yang belum habis kartu, ya masing-masing menghitung jumlah kartu tersisa.