EMPAT pemuda pada suatu malam yang sunyi di sebuah pos ronda, suntuk karena bingung bagaimana menghabiskan waktu ronda malam di kampungnya sekaligus mengusir kantuk. Tiba-tiba salah satunya ‘nyeletuk’,: “Main gaple yuk!,”
Ya, permainan gaple atau nama “formalnya” domino, kini jadi salah satu permainan paling populer, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia di berbagai lapisan masyarakat. Permainan dengan ‘segepok’ kartu mini persegi panjang yang berhiaskan bulatan-bulatan berwarna merah dengan jumlah tertentu di tiap kartunya.
Permainan ini biasa jadi pengusir rasa bosan di kala ‘ngeronda’, kumpul-kumpul malam sambil berkemah sehabis menggelar api unggun, atau saat ‘ngeguyub’ di kosan/kontrakan/rumah teman. Permainan yang justru bisa dimainkan semua umur- mulai anak-anak sampai yang tua-tua.
Empat pemain tinggal menyamakan masing-masing jumlah bulatan di kartu tiap-tiap players-nya. Biasanya saat baru memulai, yang diturunkan adalah kartu balak nol alias kartu yang kosong tanpa bulatan-bulatan.
Penentu pemenangnya ya kalau salah satu pemainnya sudah habis menaruh kartu di penghujung rangkaian kartu yang ditaruh. Atau enggak seandainya permainan sudah “mati” tanpa ada pemain yang belum habis kartu, ya masing-masing menghitung jumlah kartu tersisa.
Yang paling sedikit yang menang dan yang paling banyak jadi pemain yang kalah. Hukuman lazimnya ya yang kalah harus mengocok ulang kartu sebelum bermain di “ronde” berikutnya.
Bicara asal-usulnya, ada beragam versi. Tapi beberapa peneliti dan sejarawan, akhirnya menyepakati bahwa permainan ini asalnya tercipta dari Negeri China oleh “Mr X” alias tidak diketahui pada abad ke-12 atau sekira tahun 1120 Masehi.
Dari catatan yang berasal dari Dinasti Yuan, permainan ini awalnya merupakan persembahan dari seorang pegawai kekaisaran untuk Kaisar Hui Tsung. Permainan yang sekiranya disebut “Pupai” yang lantas jadi kegemaran para bangsawan.
Persembahan itu bahannya awalnya tidak seperti kartu gaple seperti sekarang. Melainkan berasal dari bahan porselain. Ya, mirip sekali seperti permainan Mahjong.
Berangsur-angsur, permainan ini menyebar ke Eropa. Michael Drummet dalam bukunya ‘Game of Tarot’, menyebutkan permainan gaple atau domino ini pertama kali muncul di Eropa pada awal abad ke-18, tepatnya di Napoli dan Venezia (dua kota di Italia).
Dari situ, menyebar pula ke Prancis, Inggris dan seluruh dunia. Sementara untuk penyebutan domino, asal katanya dari bahasa Yunani, yakni ‘Dominus’ yang artinya tuan rumah.
Ada pula yang mengatakan, kata “Domino” berasal dari kata “Domini” dari bahasa Inggris dan Skotlandia yang merujuk artinya kepala sekolah. Tapi sayangnya, seiring berjalannya waktu juga, permainan gaple atau domino ini jadi salah satu permainan yang cenderung dimanfaatkan untuk judi.
(Randy Wirayudha)