PARIS – Calon Presiden (Capres) Prancis Emmanuel Macron kembali mendapat dukungan dari rivalnya menjelang pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua pada 7 Mei 2017. Sepertiga dari anggota gerakan politik capres Jean-Luc Melenchon menyatakan diri mendukung pencalonan pria berusia 39 tahun itu.
Jajak pendapat terakhir memprediksi Emmanuel Macron akan keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara mencapai 60%. Mantan Menteri Ekonomi Prancis itu diproyeksikan mampu mengalahkan kandidat perempuan, Marine Le Pen.
Seperti dimuat Reuters, Rabu (3/5/2017), agar menang, Macron harus mampu setidaknya memenangkan 20% suara bagi Melenchon dari putaran pertama. Kandidat beraliran kiri garis keras itu mempunyai gerakan politik bernama ‘Tidak Terikat’.
Sekira 240 ribu dari 430 ribu anggota gerakan politik tersebut melakukan survei pada akhir pekan lalu. Tidak ada satu orang pun dari 240 ribu tersebut yang menyatakan akan mendukung Marine Le Pen. Secara total, sebanyak 7 juta orang warga Prancis memberikan suaranya kepada Melenchon pada putaran pertama 23 April lalu.
Hasil jajak pendapat 240 ribu orang tersebut memperlihatkan, 36,1% di antaranya menyatakan golongan putih (golput) dengan cara memberikan suara tidak sah. Sementara itu, 34,8% mengalihkan dukungan ke Macron dan 29,1% lagi menyatakan abstain.
Jean-Luc Melenchon sendiri sudah mengatakan tidak akan memberikan suaranya bagi Marine Le Pen. Ia berharap langkah tersebut diikuti oleh para pendukungnya yang mayoritas masih berusia muda atau pemilih pemula.
(Wikanto Arungbudoyo)